Enda jamburta ingan arih
kalak karo i
perlajangen sierkuta
i eropa , entah ijapa
pe kutana, si ngakap
meriah denga bagi kalak
karo rikutken Budaya,
Bahasa, ras pe Tradisi

Si dahin-dahin kita
kalimbubu
anakberu,
mejile si ban
arihta, si ban
perpulungenta,
mburo ate tedeh

Pecat-pecat Bintang Meriah,
pecat-pecatna na atena ngena,
pandangina ban ngena
nge tena…

Kita Karo perlajangen …

Enda jamburta ingan arih
kalak karo i perlajangen
si-erkuta i eropa , entah ijapa
pe kutana, si ngakap meriah
denga bagi kalak karo rikutken
budaya, bahasa, ras pe tradisi

Siagengen radu mbiring,
sikuningen radu megersing,
adi sician-cianen,
sipecatpecaten,
pekepar rugi,
pekepar mbau.
Tapi adi
siajar- ajaren,
sisampatsampaten,
pekepar merim,
pekepar menahang.

previous arrow
next arrow
Shadow
Slider

Mejuah juah

Situs ini diperuntukkan sebagai media ajang temu dan diskusi virtual masyarakat Karo di perantauan, terutama yang bermukim di Eropa, serta yang masih tetap ingin mempertahankan identitas sebagai orang Karo.

Identitas ini diwarnai baik dengan mengenal budaya, kultur, kebiasaan, masakan maupun bahasa Karo. Inisiatif menggelar media online ini dimulai oleh generasi muda Karo yang sudah menetap sekian tahun di Jerman, baik dalam rangka study, bekerja maupun berkeluarga.

Tenah Pulung Mburo Ate Tedeh

Pesta Tradisional Karo 2018 - Erfurt, Jerman

Berita

Termotivasi oleh pergelaran Kerja Tahun Mburo Ate Tedeh die Zwolle - Belanda 2016 pada tanggal 07 - 09 Oktober 2016, generasi muda Karo di Jerman terinspirasi untuk meneruskan ide kerja tahun secara berkesinambungan. Kerja tahun ini telah diadakan sporadis beberapa tahun yang lalu dengan susunan kepanitiaan yang berbeda-beda.

Dalam pertemuan di Zwolle - Belanda tersebut generasi muda Karo berharap untuk meneruskan ide kerja tahun ini secara berkesinambungan.

Keaktifan generasi muda Karo di negara Eropa sangat penting untuk menggalang komunikasi, bertukar pengalaman dan menambah wawasan.

Untuk generasi berikutnya yang lahir di negara Eropa diharapkan bisa melihat secara dekat kebudayaan orangtuanya dan semoga bisa menumbuhkan ketertarikan untuk melestarikannya di negara perantauan ini. Tujuan kerja tahun ini terutama juga adalah untuk mengobati rasa kerinduan masyarakat Karo terutama di negara Eropa terhadap kampung halaman.

Aktivitas

Melanjutkan rencana generasi muda karo perlajangen pada saat pertemuan di Zwolle, Belanda, maka pada tahun 2018 direncanakan akan di gelar kembali "Pulung Ate Tedeh" dalam format kerja tahun di Weimar, Jerman. Tahun 2017 ini merupakan ajang konsolidasi, pembentukan panitia dan persiapan acara. Sampai saat ini sudah dibentuk kepanitian yang diketuai oleh Rina Tarigan (Nd. Robinson),  Sekretaris: Shirley Sembiring Meliala (Nd. Collin), Bendahara: Maya Tarigan (Nd. Angela), Seksi Acara: Nd. Melody, sedangkan Seksi Hiburan: Ragil dan dibantu oleh Neta dan Friska. Acara ini direncanakan akan terselengara di Kampus Fachhochschule Erfurt, Haus 8-Multifunktionsraum, Altonaer Straße 25, 99085 Erfurt, Jerman.

Dari Seksi Hiburan sudah dirembukkan untuk membuat tari lima serangkai yang akan dikoordinasi olen Bapak Aron Ragil Perangin-angin beserta Nande Aron Neta Br. Ginting dan Friska Br. Surbakti. Anggota penari adalah mahasiswa-mahasiswi Karo yang sedang melaksanakan pendidikan maupun kuliah di Jerman. Berikut ini kami mohon Karo perlajangen di Eropa dan sekitarnya untuk mengisi daftar keikutsertaan untuk kerja tahun 2018 beserta masukan ide dan saran, sehingga panitia bisa mengakomodasi kedatangan kena kerina.

Sejarah

Sebagian ahli etnologi mengkategorikan etnis Karo sebagai bagian dari suku Batak. Terlepas dari pendapat tersebut, masyarakat Karo merupakan suku minoritas di Indonesia. Dari 250 juta penduduk Indonesia diperkirakan hanya 0,4 % (1 juta) merupakan orang Karo. Dari 0,4 % ini kira-kira yang tinggal di Eropa dan sekitarnya adalah 500 orang yang tersebar di Jerman, Belanda, Swedia, Finlandia dan Inggris. Tidak jarang karena jauhnya jarak tanah leluhur dan perantauan, orang Karo di Eropa dan sekitarnya harus menahan kerinduan akan kampung halamannya selama bertahun-tahun.

Fakta di atas menunjukkan alasan pentingnya diadakan pertemuan tahunan diiringi dengan pergelaran kesenian, adat pakaian maupun makanan khas. Dilihat dari sejarah, kerja tahun diadakan di setiap kampung tanah Karo sebagai bukti sukacita dan terimakasih atas kesuksesan panen. Kerja tahun ini diadakan internal dan dibiayai oleh masyarakat desa itu sendiri. Sebaliknya dibandingkan dengan apresiasi musik Indonesia atau malam budaya yang diadakan masyarakat Indonesia di daerah Eropa lainnya yang dibiayai publik/eksternal, kerja tahun ini merupakan wujud kekuatan internal masyarakat Karo tersebut. Dengan demikian format acara ini dengan sendirinya adalah tertutup hanya untuk orang Karo dan teman-teman terdekat.

Berikut ini halaman yang bisa diisi oleh kita Kalak Karo perlajangen mengenai perkumpulan-perkumpulannya di Eropa dan sekitarnya beserta aktivitas dan sejarah pembentukannya.

Tuturta

Sangkep nggeluh ibas Kalak Karo : Merga/beru, Bere-bere, Binuang, Kempu, Kampah ras Soler. Tutur Siwaluh ibas Kalak Karo: Puang Kalimbubu, Kalimbubu, Senina/Sukut, Sembuyak, Senina Sipemeren, Senina Siparibenen, Anakberu, Anakberu Menter. Merga Silima ibas Kalak Karo: Karo-karo, Ginting, Tarigan, Sembiring, Perangin-angin (sumber: www.karoduniamaya.com).